Sabtu, 27 September 2014

informasi tentang penyakit dari virus ebola

Etik Iskundarti



Informasi tentang penyakit dari virus ebola - Beberapa dekade ini nama virus ebola kembali mencuat, terlebih lagi pada awal bulan februari dimana virus ini setidaknya telah membunuh 647 jiwa dari 759 kasus di Afrika Barat. Berati tingkat kematian pada penderita virus ini lebih dari 90 %, hal tersebut masih berlangsung sampai tulisan ini di posting. untuk saat ini, di Indonesia sendiri belum ditemukan kasus virus ebola. Namun ada baiknya kita lebih waspada dan mengenal gerak-gerik virus ini karena tidak menutup kemungkinan penyebaranya akan meluas ke benua lain, mengingat Indonesia belum memberlakukan larangan perjalanan kenegara yang positive tersebar virus ebola.

penyebab-virus-ebola
Pembawa virus ebola

Asal mula virus ebola
Asal usul virus ini masih menjadi misteri sampa saat ini beberapa ilmuwan meyakini bahwa virus ebola pertama kali di temukan pada tahun 1976, dimana awalnya virus ini berasal dari gorilla/kera dan menular pada manusia karena memakan daging gorilla/kera , namun demikian teori ini dipatahkan karena lebih sedikit gorilla dan kera yang  terinfeksi dibanding dengan manusia. Teori ylang lebih masuk akal adalah virus ini berasal dari hutan tropis afrika tengah, dimana penduduknya masih gemar memakin binatang liar termasuk kelelawar, wabah ini dibawa oleh kelelawar yang kemudian menularkan dengan air liurnya.

virus ebola
virus ebola

Bagaimana virus ini berkembang
Penyebaran virus ebola ditularkan melaui cairan tubuh, tidak melalui udara. Kontak langsung dengan penderita memperbesar resiko tertular dengan cepat, bahkan dalam beberapa kasus, penularan virus ini bisa terjadi bila jenazah penderita tersentuh oleh orang lain. Hewan juga bisa menjadi pembawa virus ini.
Ciri-ciri penderita yang terinveksi virus ebola
Penderita virus ebola (EVD) pada hari ke dua sampai tiga mingggu lamanya kan mengalami demam, nyeri pada otot, sakit kepala dan biasanya diikuti dengan mual dan diare serta menurunya fungsi ginjal dan liver sehingga mengakibatkan pendarahan yang hebat biasanya pada gigi, gusi, mata, hidung dan sekitar kuku jari. Setelah itu virus akan menyerang kanal usus lambung, yang mengakibatkan penderita meningga dunia.
Pengobatan dan terapi
Sayangnya sampai saat ini tidak ada obat maupun vaksin untuk membunuh virus ini. Sampai saat ini yang dapat dilakukan medis adalah menjaga tekanan darah tetap normal. Namun penelitian masih berlanjut karena ada sebagian kecil pasien memiliki imunitas terhadap virus ini.
Pencegahan
Pencegahan merupakan tindakan paling evektif mengingat belum ditemukanya vaksin untuk penyakit ini, diantara hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus ini adalah pemeriksaan yang intensif terhadap hewan peliharaan maupun hewan liar terutama kelelawar, monyet dan babi. Hindari kontak langsung terhadap penderita, apabila anda berencana berpergian ke Afrika tengah dan barat sebaiknya anda berfikir ulang, karena disanalah virus ini bermula.
Kebersihan lingkungan dan pola makan yang sehat akan menambah imunitas tubuh kita, awali dari lingkungan rumah anda. Semoga artikel ini menambah wawasan pembaca dan bermanfaat dikemudian hari.

1 komentar:

 

Follow by Email

Mau Belajar Seo Dari Dasar Biar Joss

Mengenai Saya

Foto saya

Aku suka masak, mulai suka blog baru kemarin :D ada yg bisa ajarin ? Ikuti aku ya bagi yg mau tau update artikel blog ku resep masakan sederhana

Google+ Badge